Kedudukan Ontologi
Ontologi ini merupakan ‘ilmu pengetahuhan’ yang paling universal dan paling
menyeluruh penyelidikannya meliputi segala pertanyaan dan penelitian lainya
yang lebih bersifat’ bagian’. Ia merupakan konteks untuk semua konteks lainnya,
cakrawala yang merangkum semua cakrawala lainnya, pendirian yang meliputi
segala pendirian lainya. Ontologi berhubungan dengan yang namanya
metafisika. Oleh karena sifat englobant (marcel) atau umgreifen (jasper)
itu, maka ontologi meneliti pengkadar pengada. Sedangkan mengada itu merupakan
sekaligus hal yang paling terkenal, dan hal yang paling sukar diekspresikan.
Oleh karen meneliti dasar paling umum untuk segala-gala nya, ontologi itu
disebut filsafat’pertama’ . namun ontologi telah mengandaikan semua bagian
filsafat lainya.
Tentu dalam suatu pengantar didaktis dapat
saja ontologi sebagai pemikiran paling umum, diuraikan pada awal seluruh
penyelidikan filosofi (demikianlah);tetapi menurut ukuran itu belum cukyp
dicakup pengalaman konkret mengenai manusia-dunia-tuhan. Besarlah bahaya bahwa
ontologi sedemikian itu menjadi suatu kumpulan atau sistem konsep-konsep dan
prinsip-prinsip yang melulu formalitas dan kosong belaka ( menurut tuduhan
kant) , tanpa hubungan dengan kenyataan yang benar. Oleh karena itu kiranya
paling baik ontologi dikembalikan kedudukannya semula, yaoitu ditempatkan pada
akhir filsafat sistematis. Jadi ontologi disebut filsafat’pertama’, tetapi juga
filsafat’ultima’[8]
No comments:
Post a Comment